ADMINISTRASI
PERKANTORAN
Pengertian
administrasi perkantoran
Pengertian Administrasi Perkantoran terbagi atas dua
yaitu pengertian administrasi perkantoran secara luas dan administrasi
perkantoran secara sempit. Pengertian administrasi perkantoran secara luas
adalah suatu kerja sama secara sistematis dan teroordinasi menurut pembagian
tugas sesuai dengan struktur organisasi dalam mencapai tujuan secara efektif
dan efisien. Sedangkan pengertian administrasi perkantoran dalam arti sempit
adalah semua kegiatan yang bersifat teknis ketatausahaan dalam pelaksanaan
pekerjaan operatif, penyediaan keterangan bagi pimpinan, dan membantu
kelancaran perkembangan organisasi.
Menurut Para Ahli
a. Menurut Gie (2007: 3) yaitu :
“ Office management can be defined as the planning,
controlling and organizing of office work and actuating those performing it so
as to achieve the predetermined
objectivities. It deals with the life cycle of business information and data
form their creation through their maintenance, distribution and retention, if
of permanent value or destruction if obsolete ”.
(Manajemen perkantoran dapat didefenisikan sebagai
perencanaan, pengendalian, dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran, serta
penggerakkan mereka yang melaksanakannya agar mencapai tujuan-tujuan yang telah
ditentukan lebih dahulu. Ini bersangkut paut dengan peredaran hidup data dan
keterangan perusahaan dri sejak penciptaannya melalui pemeliharaan, penyebaran
dan penyimpanannya kalau memiliki nilai tetap atau pemusnahannya kalau usang ).
b. Menurut Mills (2001:4) yaitu: Bagian dari proses manajemen yang
berhubungan dengan institusi dan pelaksanaan prosedur yang digunakan untuk
menentukan dan mengkomunikasikan program dan perkembangan kegiatan diatur dan
dicek berdasarkan target dan rencana.
Karakteristik
Administrasi Perkantoran
-Administrasi perkantoran memiliki perbedaan dengan
tata usaha perkantoran. Terdapat faktor pembeda, mulai dari jenis kegiatan dan
luas lingkup unit kerja sebagai tempat dalam pelaksanaan kegiatan. Untuk lebih
jelasnya berikut karakteristik/ciri-ciri administrasi perkantoran...
a. Bersifat pelayanan (Service) pada semua pihak atau
orang
Hal ini bermakna bahwa pekerjaan kantor umumnya
merupakan dari pelayanan dan support untuk kegiatan organisasi.
b. Merembes dan dilaksanakan oleh semua pihak
Hal ini bermakna bahwa pekerjaan kantor berdampak pada
unit-unit lain yang selalu hadir dan dilaksankan disetiap organisasi.
c. Hasil akhirnya berupa informasi
Informasi adalah keterangan-keterangan yang berisi
data yang dapat dipercaya dalam kepentingan pihak tertentu. Pihak-pihak yang
berkepentingan terhadap informasi yang berada di kantor lain; pimpinan,
pemegang saham, pemerintah, masyarakat, dan karyawan organisasi dsb.
d. Bersifat memudahkan
Pekerjaan kantor merupakan alat katalisator yang
memiliki bermacam-macam kegiatan dari setiap perusahaan dipersatukan.
e. Bersifat pengetikan dan penghitungan
Susunan perkerjaan kantor lebih banyak yang terdiri
dari pekerjaan mengetik
f. Dilakukan oleh semua pihak
Pekerjaan kantor tidak selalu dikerjakan dalam satu
bagian yang beberapa kantor dikerjakan dalam tiap bagian perusahaan.
Tujuan
Administrasi Perkantoran
Tujuan Administrasi Perkantoran - Umumnya,
administrasi perkantoran merupakan pekerjaan kantor yang bertujuan menghimpin,
mencatat, mengelolah, menggandakan, mengirim dan menyimpan
keterangan-keterangan yang diperlukan dalam kegiatan kantor.
Tujuan-tujuan
administrasi perkantoran adalah sebagai berikut...
a. Menghimpun, adalah suatu kegiatan-kegiatan yang
mencari data, mengusahakan tersedianya segala informasi yang belum ada sehingga
siap untuk digunakan jika diperlukan.
b. Mencatat, ialah kegiatan yang membutuhkan berbagai
peralatan tulis informasi sehingga terwujud tulisan yang dapat dibaca, dikirm,
dan disimpan.
c. Mengolah, yaitu kegiatan yang mengolah informasi
dengan maksud untuk menyajikan dengan bentuk yang lebih berguna
d. Menggandakan, adalah kegiatan yang menyampaikan
dengan berbagai cara dan alat.
e. Mengirim, ialah kegiatan yang menyampaikan dengan
berbagai cara dan alat yang informasinya terdiri dari satu pihak kepada pihak
yang lainnya.
f. Menyimpan, adalah kegiatan yang menaruh informasi
dengan sejumalah cara dan alat dalam suatu tempat yang aman.
Ruang
Lingkup Administrasi Perkantoran
Ruang Lingkup Administrasi Perkantoran - Ruang lingkup
administrasi perkantoran mencakup dari kegiatan kantor dan saranan fasilitas
kerja kantoran. Ruang lingkup administrasi perakantoran adalah sebagai
berikut...
1. Kegiatan Kantor
Kegiatan kantor merupakan kegiatan yang selalu
dilakukan dalam perkantoran dimana semakin luas tujuan perusahaan maka semakin
besar pula kegiatan perkantoran yang dilakukan. Pada umumnya kegiatan
perkantoran terdri dari beberapa kegiatan antara lain sebagai berikut..
a. Perencanaan Perkantoran (Office Planning), adalah
proses menentukan arah kegiatan kantor, dengan peninjauan kembali terhadap
faktor-faktor yang mempengaruhi tercapainya tujuan kantor. Perencanaan
perkantoran terdiri dari
1). Perencanaan gedung
2). Tata ruang kantor
3). Penerangan/cahaya
4). Ventilasi
5). Perlengkapan peralatan dan perabotan kantor
6). Anggaran (budgetting) perkantoran
7). Standar kualitas kerja
8). Sistem informasi dan telekomuniktasi
b. Pengorganisasian Perkantoran (Office Organizing),
adalah pengaturan sejumlah fungsi organisasi dengan fungsi-fungsi meliputi
Pembagian tugas dan pekerjaan untuk efisiensi dalam
organisasi perusahaan
Pemeliharaan hubungan kerja yang baik dengan atasan
maupun dengan bawahan
Penyediaan peralatan/perlengkapan yang tepat, sesuai
dengan jenis pekerjaan untuk memudahkan karyawan dalam melakukan pekerjaan.
c. Pengarahan Perkantoran (Office Actuating),
Pengarahan perkantoran adalah suatu kegaitan yang meningkatkan efektivitas dan
efisiensi kerja secara maksimal sesuai dengan target dan sasaran yang telah
ditentukan serta untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan dinamis.
Pengarahan perkantoran adalah sebagai berikut.
Ø Penggunaan
teknik yang efektif dalam melakukan pengawasan terhadap bawahan
Ø Penggunaan
teknik yang efektif dalam memberikan motivasi terhadap bawahan
Ø Pemberian
bantuan kepada karyawan dalam memecahkan masalah ketika karyawan menghadapi
kesulitan dalam pekerjaan
Ø Penyatuan
visi misi karyawan dan organisasi
Ø Perancangan
cara komunikasi yang efektif dengan karyawan, untuk komunikasi antara atasan
dengan bawahan agar sedianya dapat berjalan lancar.
Ø Penggunaan
tolak ukur yang benar dan adil dalam pemberian gaji karyawan.
d. Pengawasan Perkantoran (Office Controlling),
Pengawasan perkantoran adalah kegiatan yang mematikan bahwa sasaran dan
perencanaan dapat berjalan sesuai dengan target yang ingin dicapai. Objek
pengawasan perkantoran terdiri dari:
Ø Penggunaan
peralatan dan perabot kantor
Ø Metode-metode
dan standarisasi pekerjaan kantor
Ø Kualitas
pekerjaan kantor
Ø Pelayanan
kantor
Ø Waktu
Ø Biaya
perkantoran.
UNSUR
- UNSUR ADMINISTRASI PERKANTORAN
Unsur administrasi
perkantoran adalah aktivitas terkecil dari kegiatan administrasi perkantoran
yang mempunyai peran mewujudkan langkah pada proses administrasi perkantoran
pada kegiatan penunjang pencapaian tujuan penyelesaian pekerjaan pokok
organisasi kerja.
Unsur administrasi perkantoran bentuk fungsi manajemen
perkantoran dengan langkah - langkah
kerja subtantif yang menunjang pekerjaan pokok organisasi kerja dengan
memberikan layanan informasi/ keterangan dan pengelolaan sumber daya , serta
penataan langkah - langkah untuk
mengefektifkan pencapaian tujuan pokok dari organisasi kerja.
Langkah - langkah yang terdapat pada unsur - unsur
administrasi perkantoran merupakan bentuk layanan - layanan untuk mewujudkan
langkah nyata membentuk aktivitas penyelesaian pekerjaan pokok satuan kerja/
organisasi kerja.
Unsur - unsur administrasi perkantoran terdiri
dari :
Ø Organisasi,
merupakan tempat dan kerja sama langkah kerja dalam rangka mewujudkan tujuan
penyelesaian pekerjaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Organisasi sebagai tempat terdiri dari gedung
perkantoran dan ruang kerja yang dilengkapi fasilitas - fasilitas untuk
penyelesaian pekerjaan kantor. Fasilitas - fasilitas tersebut meliputi
perabotan kantor, mesin kantor dan perlengkapan ruang kerja yang dapat menjamin
efektifitas penyelesaian pekerjaan kantor. Sedang organisasi sebagai proses
kerja sama secara dinamis sekelompok personil kantor dalam mengelola data /
informasi untuk memberikan layanan
kepada pegawai yang lakukan penyelesaian pekerjaan pokok organisasi.
Organisasi sebagai tempat berarti
memiliki pengertian statis dan organisasi sebagai proses kerja sama berarti memiliki pengertian secara dinamis
dengan ciri - ciri :
1. terdapat sekelompok
orang
2. memiliki tujuan dan
3. terdapat kerja sama
yang teratur.
Menejemen atau tata
laksana , yaitu bentuk rangkaian kegiatan penataan secara teratur agar pelaksanaan kegiatan administrasi
perkantoran dilaksanakan secara teratur dan terkendali agar mencapai tujuan
penyelesaian pekerjaan kantor sesuai dengan yang telah ditetapkan secara
efektif. Dalam manajemen memiliki aktivitas - aktivitas antara lain : 1.
perencanaan/ planing ,2. pengorganisasian / organizing, 3. actuating/
penggerakan, 4. controlling/ pengawasan. Perencanaan merupakan langkah kegiatan
menyusun tujuan yang hendak dicapai, prosedur operasi standar untuk pedoman
kerja, merencanakan sumber daya dan sdm, dsb. Pengorganisasian merupakan
langkah menghimpun sumber daya dan sdm, dan dana yang diperlukan untuk
melaksanakan proses penyelesaian pekerjaan kantor. Actuating merupakan langkah
mengerahkan sumber daya dan personil untuk melaksanakan beban pekerjaan
administrasi untuk menunjang pekerjaan pokok. Dan pengawasan adalah tindakan
yang dilakukan secara sengaja untuk melakukan pengendalian agar tidak terjadi
kesalahan atau untuk menyelaraskan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,
serta kegiatan ini dilakukan mulai dari perencanaa, pengorganisasian, dan
actuating.
Ø Kepegawaian/
Personalia, merupakan bentuk aktivitas yang selalu berhubungan dengan
pengelolaan sumber daya manusia yang diperlukan organisasi kerja yang meliputi
: pengadaan pengawai, pengangkatan pegawai, pembinaan pegawai, penggajian dan
pemberian kesejahteraan pegawai, serta pemberhentian pegawai
.
Ø Keuangan,
merupakan kegiatan yang dilakukan terkait dengan pengelolaan anggaran untuk
menunjang aktivitas penyelesaian pekerjaan kantor dan pokok organisasi kerja.
Ø Perbekalan/
Perlengkapan, merupakan kegiatan yang mengelola segala kebutuhan perabotan
kantor, mesin kantor, alat tulis kantor, dan perlengkapan ruang kerja untuk
membantu mewujudkan tujuan penyelesaian pekerjaan pokok yang telah ditetapkan
.
Ø Ketatausahaan/
kesekretariatan/ Pekerjaan kantor, merupakan aktivitas pengolahan informasi yang
diperlukan untuk membantu proses penyelesaian pekerjaan pokok organisasi
seperti mail handling, kearsipan, penanganan telepon, penggandaan dokumen,
distribusi dokumen.
Ø Komunikasi/
Tata hubungang, yaitu kegiatan yang menyelenggarakan pendistribusian informasi
pada proses penyelesaian pekerjaan pada organisasi kerja dalam rangka untuk
terwujud intregritas/ kesatuan langkah pada penyelesaian pekerjaan kantor untuk
menunjang penyelesaian pekerjaan pokok.
Ø Hubungan
masyarakat/ public relation, kegiatan yang menghubungkan kepentingan internal
organisasi kerja dengan eksternal organisasi kerja yang ada kepentingan dengan
organisasi kerja atau sebaliknya. Kegiatan yang dilakukan terkait pengadaan
data internal untuk pihak luar organisasi yang berkepentingan internal
organisasi dan pengadaan data eksternal organisasi untuk kepentingan internal.
Azas-Azas
Administrasi Perkantoran
Prinsip
Manajemen adalah suatu dasar/ azas bagaimana manajemen itu dilakukan agar mendapatkan hasil yang maksimal, sehingga
sesuai dengan kondisi yang diharapkan.
Frederick Winslow Taylor (Prinsip Manajemen Ilmiah)
1856 – 1915
1. Pengembangan metode-metode ilmiah dalam manajemen,
agar, dapat ditentukan
metode yang paling tepat/ terbaik untuk pelaksanaan
setiap pekerjaan dapat ditentukan
2. Seleksi ilmiah untuk karyawan, agar setiap karyawan
dapat diberikan tanggung
jawab atas
sesuatu tugas sesuai dengan kemampuannya
3. Pendidikan dan pengembangan ilmiah para karyawan
4. Kerjasama yang baik antara manajemen dan tenaga kerja.
Tata
ruang kantor
Tata ruang kantor adalah pengaturan perabotan, mesin,
dan sebagainya didalam ruangan yang tersedia. Ada beberapa ahli yang
mendefinisikan tata ruang kantor diantaranya, sebagai berikut :
ØMenurut
George Terry yang disadur pula oleh The Liang Gie menyatakan “Tata ruang kantor
adalah penentuan mengenai kebutuhan-kebutuhan dalam penggunaan ruang secara
terperinci dari ruang ini untuk menyiapkan suatu susunan yang praktis dari
faktor-faktor fisik yang dianggap perlu bagi pelaksanaan kerja perkantoran
dengan biaya yang layak” (1988:200).
Ø Menurut
Littlefield dan Peterson menyatakan “Tata ruang kantor dapat dirumuskan sebagai
penyusunan perabotan dan alt perlengkapan pada luas lantai yang tersedia”
(1956:117).
tata ruang kantor disusun berdasarkan aliran pekerjaan
kantor sehingga perencanaan ruangan kantor dapat membantu para pekerja dalam
meningkatkan produktifitas. Selain itu pengaturan tata ruang kantor yang baik
akan memberikan keuntungan-keuntungan, diantaranya :
Ø Mencegah
penghamburan tenaga dan waktu para pegawai, karena berjalan mondar-mandir yang
sebetulnya tidak perlu.
Ø Menjamin
kelancaran proses pekerjaan yang bersangkutan.
Ø Memungkinkan
pemakaian ruang kerja secara efisien, yaitu suatu luas lantai tertentu dapat
dipergunakan untuk keperluan yang sebanyak-banyaknya.
Ø Mencegah
para pegawai di bagian lain terganggu oleh publik yang
akan memenuhi suatu
bagian tertentu. (The Liang Gie, 1983:162).
tujuan tata ruang kantor :
Ø Memperlancar
jalannya pekerjaan yaitu segenap ruangan digunakan secara efesien untuk
keperluan pekerjan
Ø Menambah
semangat kerja pegawai
Ø Memberikan
kesan yang baik bagi para tamu yang datang mengunjungi kantor
Ø Mempermudah
pengawasan
C. Manfaat
Tata Ruang Kantor
Tata ruang kantor yang efektif akan memberikan manfaat
sebagai berikut :
1.
mengoptimalkan penggunaan ruang yang ada secara efektif.
2.
Mengembangkan lingkungan kerja yang nyaman bagi pegawai.
3.
Memberikan kesan yang positif terhadap pelanggan perusahaan.
4. Menjamin
efisiensi dari arus kerja yang ada.
5.
Meningkatkan produktivitas kerja pegawai.
6.
Mengantisipasi pengembangan organisasi di masa depan dengan melakukan perencanaan
layout yang fleksibel
Bentuk-bentuk tata ruang kantor:
I. Tata Ruang Tertutup
Suatu tata ruang
dikatakan terpisah-pisah atau tertutup apabila susunan ruang untuk bekerja
terbagi-bagi dalam beberapa bagian.
Keuntungannya:
Ø Moral
pekerja atau staf tetap terjaga.
Ø Pekerjaan
yang sifatnya rahasia tetap terjaga.
Ø Menghindari
gangguan dari pekerja satu ke yang lainnya.
Ø Pimpinan
akan lebih tenang dalam mengerjakan tugasnya karena tidak terganggu oleh
kegiatan para karyawan.
Kelemahannya:
Ø Pengawasan
lebih sulit dilakukan karena terhalang oleh penyekat.
Ø Cahaya
sulit masuk dan udara sulit beredar sehingga suasana lebih pengap dan gerah.
Ø Apabila
diperlukan tukar tempat antara bagian yang satu dengan bagian yang lain sulit
dilakukan dan sulit merubah ruangan.
Ø Apabila
terjadi penambahan pegawai atau alat-alat kantorataupun perubahan mengenai
proses penyelesaian suatu pekerjaan agak sulit menampungnya.
II. Tata Ruang Terbuka
Dalam susunan ini ruang yang dipergunakan untuk ruang
bekerja tidak dipisah-pisahkan atau tidak menggunakan penyekat, tetapi semua
aktivitasnya dilaksanakan pada satu ruang besar terbuka sehingga semua yang
bekerja tampak mudah diamati dari satu sudut pandang.
Keuntungannya:
Ø Pengawasan
lebih mudah dan efektif terhadap segenap pegawai.
Ø Hubungan
antar pegawai cepat dan mudah.
Ø Memperlancar
arus pekerjaan dari meja satu ke meja yang lain tanpa orangnya harus
mondar-mandir meninggalkan tempat kerja.
Ø Cahaya
mudah masuk dan udara mudah beredar.
Ø Mudah
merubah ruangan.
Ø Perubahan
organisasi menyebabkan perubahan tata ruang dapat dilayani dengan cepat dan
luwes.
Ø Apabila
terjadi penambahan pegawai atau alat-alat kantoragak sulit menampungnya, karena
ruangan terbatas.
Kelemahannya:
Ø Dapat
merendahkan moral atau staf. Karena cara hidup yang diawasi terus menerus.
Ø Akan
mengurangi keamanan bagi pekerjaan rahasia.
Ø Pekerja
akan kehilangan kepribadian.
Ø Apabila
ada pekerja yang ngbrol dan bermalas-malas antar teman sekerja dapat menggangu
yang lain.
Ø Peralatan
kantor yang dapat menimbulkan suara gaduh akan menggangu pekerjaan lainnya yang
membutuhkan ketenangan.
Ø Pimpinan
lebih terganggu ketenangan kerjanya, jika dibandingkan dengan ruang tertutup.
III. TATA RUANG KANTOR SEMI TERTUTUP
Ruang kantor semi tertutup adalah ruang yang disekat
hanya setinggi 1,5 meter.
Keuntungan ruang kantor semi tertutup adalah untuk
menjaga privasi kerja
kerugian ruang kantor semi tertutup adalah perubahan
tempat lebih sulit dilakukan.
D. LINGKUNGAN
FISIK KANTOR
Salah satu yang harus diperhatikan dalam perencanaan
gedung atau fisik kantor adalah lokasi. Disamping itu faktor penting yang harus
mendapat perhatian adalah faktor lingkungan, apabila kehadiran suatu kantor
tidak dikehendaki oleh lingkungan masyarakat maka kantor tersebut tidak dapat
bertahan lama dan akhirnya akan mati. Karena itu pula faktor lain yang harus
diperhatikan, diantaranya:
- Pengembangan kantor dimasa yang akan datang.
- Gambaran perkembangan wilayah dimasa datang.
- Sumber tenaga kerja dan kebutuhan kantor.
- Udara yang bersih dan segar.
- Ongkos pemeliharaan yang rendah.
- Fasilitas-fasilitas angkutan yang lebih
mudah.
E.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TATA RUANG
1. Perencanaan Cahaya
Penerangan cahaya yang baik akan diperoleh beberapa
keuntungan, diantaranya:
a. Hasil pekerjaan atau produktivitas bertambah.
b. Kualitas pekerjaan lebih baik.
c. Kesalahan-kesalahan berkurang.
d. Semangat kerja pegawai lebih baik.
e. Mengurangi ketegangan dan kelelahan.
f. Prestise lebih baik untuk perusahaan.
2. Perencanaan Warna
Dengan menggunakan warna yang tepat dan baik akan
diperoleh keuntungan diantaranya:
a. Kantor menjadi tampak menyenangkan dan menarik
pandangan
b. Mempunyai akibat yang tidak langsung terhadap
efisiensi dan produktivitas pegawai.
c. Mencegah kesilauan akibat cahaya yang berlebihan.
d. Memelihara kegembiraan, ketenangan dan semangat
bekerja pegawai.
e. Mengurangi rasa tertekan sehingga pegawai merasa
lega dan bebas.
Para ahli membedakan tiga warna pokok, yaitu:
a. Warna merah adalah warna yang menggambarkan panas
dan kegembiraan dalam kegiatan kerja. Warna merah dapat digunakan bagi alat
untuk merangsang panca indra dan jiwa agar semangat dalam melaksanakan suatu
pekerjaan.
b. Warna kuning adalah warna yang menggambarkan
kehangatan matahari dan berfungsi untuk merangsang mata dan syaraf, sehingga
dapat menimbulkan perasaan riang gembira dengan melenyapkan perasaan tertekan.
c. Warna biru sebagai warna dari langit dan samudera
yang menggambarkan ketentraman dan keluwesan. Warna ini mempunyai pengaruh
mengurangi ketegangan otot-otot tubuh dan tekanan darah.
